Sabtu, 26 September 2015

diabetes tipe 1

Apa yang Menyebabkan Terjadinya Diabetes Tipe 1?

Penyebab utama diabetes berhubungan erat dengan hormon insulin. Diabetes tipe 1 disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi hormon insulin. Hormon ini berfungsi untuk memindahkan glukosa dari dalam darah ke sel-sel yang akan mengolahnya menjadi energi. Organ pankreas dalam tubuh penderita diabetes tipe 1 tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.
Tanpa insulin, sel-sel tubuh akan mengolah lemak dan otot menjadi energi sehingga menyebabkan turunnya berat badan. Ini dapat mengakibatkan kondisi akut yang disebut ketoasidosis diabetik pada penderita diabetes tipe 1, yaitu saat darah menjadi terlalu asam serta terjadi dehidrasi yang membahayakan.
Diabetes tipe 1 disebut dengan kondisi autoimun, yaitu sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel dalam pankreas karena mengira mereka membahayakan tubuh.

Langkah-langkah Pengobatan untuk Diabetes Tipe 1

Diabetes tidak bisa disembuhkan dan hanya bisa dikontrol. Diagnosis diabetes sejak dini sangat penting agar pengobatan bisa segera dilakukan. Dengan pendeteksian dini, kadar gula darah penderita diabetes bisa dikendalikan. Pengobatan diabetes bertujuan untuk menjaga keseimbangan kadar gula darah dan mengendalikan gejala untuk mencegah komplikasi yang mungkin terjadi.
Tubuh penderita diabetes tipe 1 tidak memproduksi insulin lagi sehingga mereka harus menerima suplai insulin dari luar tubuh secara rutin. Mereka juga dituntut untuk belajar menyesuaikan suplai insulin dengan makanan yang dikonsumsi, kadar gula darah, dan aktivitas yang dilakukan. Proses penyesuaian ini harus dilakukan secara bertahap. Beberapa jenis insulin yang bisa digunakan, di antaranya:
  • Insulin kerja panjang yang dapat bertahan satu hari.
  • Insulin kerja singkat yang dapat bertahan maksimal delapan jam.
  • Insulin kerja cepat yang tidak bertahan lama, tapi bereaksi cepat.
Cara pengobatan untuk penderita diabetes bisa menggunakan kombinasi dari jenis-jenis insulin di atas.
Transplantasi sel-sel pankreas yang memproduksi insulin (sel islet) juga mungkin dapat menolong sebagian penderita diabetes tipe 1. Dalam proses ini, sel islet dari yang diambil dari donor sudah meninggal akan dimasukkan ke pankreas penderita diabetes 1.
Transplantasi islet memang efektif untuk mengurangi risiko serangan hipoglikemia parah. Hipoglikemia adalah keadaan di mana kadar gula darah jatuh terlalu rendah. Kondisi ini sama berbahayanya dengan kadar gula darah yang terlalu tinggi. Tetapi walau ada negara-negara yang sudah menerapkan transplantasi islet, banyak juga penderita diabetes yang enggan menjalaninya karena risiko yang cukup tinggi.

diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 terjadi karena penurunan produksi insulin dalam tubuh sehingga fungsinya tidak maksimal atau tubuh mulai menjadi kurang peka terhadap insulin. Reaksi ini dikenal dengan istilah resistansi terhadap insulin.
Jenis ini biasanya menyerang orang-orang berusia di atas 40 tahun. Tetapi usia pengidapnya akhir-akhir ini bertambah muda. Diabetes tipe 2 juga lebih sering dialami oleh etnis Asia dibanding etnis lain.

Langkah-langkah Pengobatan Diabetes Tipe 2

Meski diabetes tidak bisa disembuhkan, diagnosis dini sangat penting agar diabetes dapat segera ditangani. Pendeteksian dini memungkinkan kadar gula darah penderita diabetes untuk dikendalikan.
Tujuan pengobatan diabetes adalah untuk mempertahankan keseimbangan kadar zat gula darah dan mengendalikan gejala untuk mencegah komplikasi yang mungkin terjadi. Mengubah gaya hidup juga bisa mengendalikan gejala-gejala diabetes tipe 2, misalnya dengan menerapkan pola makan sehat.
Tetapi jenis diabetes ini adalah penyakit yang progresif. Karena itu penderita diabetes tipe 2 biasanya akan membutuhkan obat-obatan untuk menjaga keseimbangan kadar zat gula darahnya. Proses pengobatan umumnya diawali dengan obat dalam bentuk tablet yang kemudian bisa diikuti dengan terapi suntikan, misalnya insulin.

gejala diabetes

Nafsu Makan Meningkat

Bagi penderita diabetes atau kencing manis biasanya akan sering merasa lapar, makanan yang masuk kedalam tubuh tidak bisa diserap oleh sel tubuh dengan baik bagi penderita diabetes sehingga makanan yang masuk tidak membuat rasa kennyang sepenuhnya jadi penderita diabetes atau kencing manis akan sering merasakan lapar.

Penglihatan Menjadi Tidak Jelas Atau Kabur

Penderita diabetes atau kencing manis akan mengalami pandangan mata yang semakin lama semakin rabun atau tidak jelas itu disebabkan oleh kadar glukosa didalam tubuh menjadi naik dan merusak pembulu darah sehingga membatasi cairan yang masuk kedalam mata yang mengakibatkan pandangan mata menjadi tidak jelas tetapi gejala seperti ini bisa hilang jika kadar gula darah penderita menjadi normal kembali.

Merasa Haus Atau Dehidrasi

Penderita diabetes atau kencing manis biasanya akan merakasan haus setiap saat, dan pastinya penderita akan minum banyak air sehingga setelah penderita merasakan dehidrasi penderita akan sering buang air kecil.

Masalah Kulit

Gejala diabetes yang lainnya adalah masalah pada kulit, orang yang menderita penyakit diabetes atau kencing manis biasanya akan mengalami sirkulasi darah yang membuat kulit menjadi iritasi, kering dan gatal.

Luka Lama Sembuh

Biasanya untuk penderita diabetes tipe kedua atau yang sering disebut dengan diabetes basah jika penderita mengalami luka dibagian tubuhnya maka luka tersebut akan lama sembuhnya bahkan bisa menyebar kebagian yang lainya, hal tersebut disebabkan karena sistem kekebalan didalam tubuh penderita diabetes berkurang sehingga memperlambat proses penyembuhan jika terkena luka atau sebagainya.

Sering Merasa Lelah

Bagi penderita diabetes biasanya akan sering merasa kelelahan jika melakukan berbagai aktivitas fisik bahkan penderita diabetes akan sering mengantuk dan menguap.
Beberapa gejala diatas tentunya akan membuat seseorang menjadi tidak nyaman, gejala tersebut sering sekali dialami oleh penderita diabetes. Jika anda sering mengalami gejala tersebut sebaiknya anda melakukan cek gula darah untuk mengetahui apakah anda mengidap penyakit gula darah atau tidak. Setelah anda mengetahui gejala penyakit diabetes saya akan memberitahu anda apa saja penyebab diabetes atau kencing manis yang sering terjadi dan menjadi faktor seseorang terkena penyakit tersebut.

penyebab diabetes

  • Jarang Olahraga

Salah satu penyebab diabetes pada umunya adalah orang-orang yang malam untuk melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga, padahal dengan melakukan olahraga secara rutin dan teratur anda bisa mendapatkan kebugaran tubuh dan bisa mendapatkan tubuh yang ideal. Bagi orang yang tidak pernah melakukan olahraga sangat beresiko terkena penyakit diabetes.
  • Pola Makan Yang Buruk

Makanan adalah penyebab diabetes pada umumnya dan makanan adalah sumber dari penyakit tersebut. Bagi anda yang gemar dalam mengkomsumsi makanan yang berlemak tinggi anda harus berhati-hati karena makanan yang mengandung lemak tinggi selain bisa membuat tubuh seseorang menjadi gemuk makanan tersebut juga bisa membuat kadar gula darah didalam tubuh menjadi meningkat dan melebihi batas normalnya sehingga anda bisa terkena penyakit diabetes atau kencing manis.
  • Sering Mengkomsumsi Pemanis Buatan

Mengkomsumsi makanan atau minuman yang banyak mengandung pemanis buatan merupakan penyebab yang paling sering terjadi, pemanis buatan sangat tidak baik untuk kesehatan tubuh manusia dan bisa membuat kadar gula darah menjadi tinggi.
  • Keturunan

Faktor yang lainnya adalah keturunan, bagi orang tua yang mengalami penyakit diabetes bisa menurunkan pada anaknya. Jadi jika orang tua anda menderita penyakit diabetes anda harus selalu waspada karena kemungkinan besar penyakit ini bisa menurun pada anda.
Beberapa faktor penyebab diabetes pada umumnya memang sering dilakukan oleh banyak orang dengan melakukan pola hidup yang tidak sehat maka tingkat resiko terhadap penyakit ini akan lebih besar, dan bagi anda yang saat ini sudah mengalami penyakit diabetes anda tidak perlu putus asa karena penyakit ini masih bisa diatasi dengan cara-cara yang efektif.

cara mencegah diabetes

1. Terus bergerak
Aktivitas fisik dapat menurunkan gula darah dan meningkatkan sensitivitas terhadap insulin. Penelitian menunjukkan bahwa latihan aerobik atau aktivitas fisik semacamnya dapat membantu mengendalikan diabetes. (ADA) American Diabetes Association merekomendasikan untuk latihan aerobik ringan seperti senam atau tenis setengah jam setiap kali latihan, 5 kali per minggu. Hal ini juga diperkuat dengan sebuah penelitian selama 16 tahun oleh Harvard School of Public Health yang menemukan bahwa
jalan kaki setiap hari dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 sebesar 30%.
2. Beralih ke gandum dan konsumsi biji-bijian
Roti tawar, nasi putih, dan kentang tidak hanya menyebabkan lingkar pinggang membesar, namun makanan tersebut juga memiliki indeks glikemik yang tinggi, menyebabkan lonjakan gula darah dan kadar insulin. Para ahli juga sepakat bahwa karbohidrat olahan seperti tepung dan gula dapat meningkatkan risiko diabetes. Sebuah penelitian di Cina yang melibatkan 75.000 wanita, menemukan bahwa wanita yang makanannya memiliki indeks glikemik tinggi, berisiko 21% lebih besar terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan mereka yang makanannya berindeks glikemik rendah.
Anda disarankan untuk mengontrol pengonsumsian karbohidrat dan beralih ke gandum. Roti gandum, seral, dan makanan sejenisnya sangat baik untuk mencegah diabetes karena memperlambat penyerapan karbohidrat. Penelitian lain dari Harvard School of Public Health juga menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi rata-rata 2-3 porsi biji-bijian per hari, 30% lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan diabetes tipe 2 dibandingkan dengan mereka yang jarang mengonsumsi biji-bijian.
3. Cobalah cuka apel
Dua sendok makan cuka apel sehari dapat menurunkan lonjakan gula darah. Hal ini berdasarkan serangkaian penelitian oleh Carol Johnston, Ph.D., profesor dan direktur program gizi dari Arizona State University, yang menemukan bahwa cuka apel dapat menurunkan gula darah. Anda bisa menambahkan cuka apel pada makanan anda.
4. Konsumsi kayu manis
Dalam sebuah studi tahun 2003, peneliti Pakistan bersama dengan Richard Anderson, seorang ilmuwan dengan Departemen Pertanian AS, menemukan bahwa mengonsumsi 1 gram kayu manis setiap hari dapat mengurangi gula darah. Walaupun penelitian di Amerika masih ragu soal ini, namun para ahli
diabetes tetap merekomendasikan kayu manis untuk dikonsumsi.
5. Minum kopi
Sebuah penelitian yang melibatkan 125.000 peserta (84.276 adalah wanita) oleh Harvard School of Public Health menunjukkan bahwa wanita yang minum
kopi sebanyak enam cangkir atau lebih per hari dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 sebesar hampir 30 %, meskipun hal tersebut dapat menimbulkan risiko kesehatan lainnya. Jadi, konsumsilah kopi sesuai kebutuhan. Kopi kaya akan antioksidan, termasuk asam klorogenat dan magnesium yang dapat meningkatkan sensitivitas terhadap insulin.
6. Makan sayuran
Para ahli berbeda pendapat soal makanan terbaik untuk mencegah diabetes, tetapi semua setuju Anda harus makan sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian juga. Hindari lemak trans, bahan kimia, dan makanan olahan.
7. Ganti daging merah dengan kedelai
Daging merah memang merupakan sumber protein, namun menurut sebuah penelitian di Boston menemukan bahwa makan daging merah meningkatkan risiko diabetes tipe 2 pada wanita. Oleh sebab itu, gantilah daging merah dengan kedelai. Rasanya tidak sulit untuk menemukan makanan berbahan dasar kedelai, karena tentu anda tidak asing dengan tempe ataupun tahu. Protein pada kedelai dapat membantu mengatur kadar glukosa dan insulin, mengontrol berat badan, dan menurunkan kolesterol.
8. Hindari minuman manis
Sering minum minuman yang mengandung tinggi gula sangat berbahaya bagi kesehatan terutama orang yang rentan terhadap penyakit diabetes. Berbagai penelitian juga sepakat dengan hal ini. Minum lebih dari seporsi minuman manis setiap hari berisiko untuk mengembangkan diabetes. Soda diet juga sama saja efeknya, malah membuat anda semakin lapar dan ketagihan gula.
9. Kurangi stres
Para ahli percaya bahwa stres memiliki hubungan dengan meningkatnya gula darah sehingga dapat mengembangkan risiko diabetes. Oleh sebab itu, hindari hal-hal yang menyebabkan anda stres. Jikalau anda sedang dilanda stres, carilah solusi untuk mengatasi hal tersebut secepatnya, bisa dengan olahraga seperti renang atau mengonsumsi makanan-makanan yang dapat meredakan stres.
10. Penuhi kebutuhan akan vitamin D
Vitamin D, yang bisa kita dapatkan dari paparan sinar matahari, berperan terhadap sensitivitas insulin dan sekresi, mencegah diabetes, dan mengurangi komplikasi bagi mereka yang sudah didiagnosis. Vitamin D juga bisa anda dapatkan dengan mengonsumsi susu rendah lemak, ikan, dan suplemen vitamin D.
11. Tidur cukup
Tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup akan meningkatkan rasa lapar, yang mengarah ke penambahan berat badan, dan selanjutnya meningkatkan risiko terkena diabetes. Tidurlah setidaknya 7 jam per malam.

12. Berhenti merokok
Para perokok lebih mungkin mengembangkan penyakit diabetes sebanyak 50% dibandingkan dengan mereka yang bukan perokok. Perokok berat memiliki risiko yang lebih tinggi lagi. Jadi berhentilah merokok segera agar terhindar dari risiko penyakit diabetes ataupun masalah kesehatan lainnya.